Posted on

Tinggalkan Niche

“Saya bingung mau pake niche apa.”

Reff:

Begitu nemu ide yang menarik, pertanyaan selanjutnya :

“Bisakah web saya terus hidup saya dengan niche ini?”

“Apakah niche ini bisa terus dieksplorasi?”

“Apakah niche ini sungguh akan digemari dan mendatangkan keuntungan?”

“Apakah niche ini sudah sesuai dengan passion saya?”

*hmmm* Rasanya sulit. Kalau gitu cari niche lain.

“Nah, sepertinya ini cocok. Tapiii…” (Back to Reff)

Dulur, pertanyaan-pertanyaan ini juga muncul di awal saya mau bikin web. Itu sebabnya nama web saya tidak mewakili sebuah niche.

Ngomong-ngomong, ada yang belum tahu niche itu apa?

Gini, secara gampang aja. Niche atau Niche Blog adalah sebuah topik khusus yang akan kita angkat menjadi konsen kita membentuk dan memberi isi pada web/blog kita. Biasanya pemilihan niche ini didasarkan pada skill, profesi atau passion pemilik blog.

Misal, Panjenengan punya skill bagus dalam kesenian, maka mungkin niche art/seni akan cocok. Atau profesi panjenengan sebagai marketing menginpirasi untuk membuat blog yang khusus mengulas topik terkait marketing, baik teknik promosi, ide-ide promosi, cara memasarkan produk, cara menjual produk, dan lain-lain. Atau, panjenengan hobi memancing dan ingin berbagi tips serta pengetahuan seputar memancing dan karakter ikan lewat postingan-postingan blog panjenengan. Bebas.

Jika panjenengan googling dengan keyword “Niche blog adalah”, akan banyak muncul tulisan yang membahas definisi hingga kelebihan niche khusus pada blog. Pengetahuan ini perlu, apalagi saat penjenengan mulai masuk kedunia perblogingan. Ambillah sebagai pertimbangan, apakah akan membuat web dengan niche khusus, atau niche gado-gado.

Mana yang lebih baik, web dengan niche khusus atau gado-gado? Jika ingin tahu pendapat saya, maka saya memilih niche gado-gado saja, apalagi jika kita adalah penulis/blogger pemula. Kenapa?

Karena Setiap orang mungkin memiliki banyak niche

Setiap orang bisa jadi punya lebih dari satu skill. Lebih dari satu hobi, passion, dan mungkin pengetahuan untuk dibahas pada blognya. Masalahnya di awal-awal, pemula bingung memilih niche mana kira-kira yang akan bisa dieksplor paling dalam.

Daripada ndak jadi nulis karena terjebak galau milih niche. Mending buat satu web personal yang nantinya ini akan menjadi semacam web induk.

Membuat web itu seperti membangun rumah pribadi yang terbuka. Dimana orang bebas mampir dan masuk ke setiap sudut rumah saya. Kapanpun, bahkan saat saya sedang tidur. Jadi pastikan rumah kita nyaman untuk disinggahi. Bisa mengakomodir sebanyak mungkin kebutuhan tamu kita, terutama atas sebuah informasi. Namun tetap sesuai dengan kapasitas kita. Ndak perlu sampai dipaksakan berbicara atau mengulas hal yang bukan bidang kita.

Saya mengibaratkan awengpetz.com sebagai rumah induk saya. Karena masih baru, saya baru punya dua ruangan (kategori) yang siap disinggahi. Pertama, Ruang Tamu dimana saya bebas mau ngobrol mengenai berbagai topik dengan tamu saya. Tidak terbatas pada topik tertentu. Dan kedua, adalah bagian Dapur. Saya bukan chef, apalagi handal. Hanya suka coba-coba masak. Kadang resep pribadi, atau terinpirasi dari orang lain yang saya coba matangkan dengan gaya dan selera saya sendiri.

Kedepan saya berencana membangun ruangan lain dan mengisinya dengan suguhan-suguhan khusus yang hanya ada di ruangan tersebut. Misalnya, Kamar Anak. Saya akan isi dengan cerita, informasi dan tips yang berhubungan dengan anak-anak saya atau secara umum. Saya juga ingin punya Halaman Belakang, tempat saya menghabiskan waktu luang untuk berkebun dan bercocok tanam berbagai jenis tanaman hias atau herbal hingga sayur-mayur, kemudiaan saya sajikan melalui artikel-artikel bergambar. Saya gantung di sudut ruangan. Kapanpun panjenengan butuh informasi silahkan ambil dan baca.

Pada saatnya, ruangan-ruangan tersebut akan penuh karena terus saya isi sedikit demi sedikit. Jika sudah begitu, saya akan beli lagi sebuah tanah (hosting) yang di atasnya akan saya dirikan bangunan besar khusus untuk menempatkan seluruh isi dan perabotan dari ruangan lama yang sudah semakin sempit (di rumah induk). Sehingga saya bisa isi lagi dengan semakin banyak suguhan terbaru lainnya.

Hindari terlalu dini mendirikan bangunan besar dengan isi yang masih sedikit. Akan tampak seperti toko besar yang di dalamnya hanya ada sedikit barang dagangan. Saya yakin orang akan lebih tertarik berkunjung ke toko yang punya beragam barang untuk dijajakan. Lebih lengkap. Sekali berhenti semua tersedia. Bahkan di toko tersebut, saya tetap sediakan pintu-pintu terintegrasi menuju rumah induk.

Dengan begini, saya ndak akan khawatir mengenai jumlah pengunjung yang menjadi target utama kebanyakan blogger. Panjenengan nangkap maksud saya, kan?

Konter umum lebih ramai dari gerai resmi.

Coba lihat gerai resmi sebuah merek handphone. Bandingkan trafficnya dengan konter gadget yang menyediakan berbagai jenis gadget dari macam-macam merek.

Gerai resmi biasanya justru membandrol harga unit nya selisih lebih mahal dibanding konter umum. Selain itu, pelanggan merasa lebih fleksibel saat memilih handphone di konter umum. Mendapat lebih banyak wawasan sebelum menentukan pilihan.

Ndak masalah untuk tahap awal ini kita memiliki subscribers yang acak. Akan tiba saatnya kita mulai memetakan para subscribers kita sesuai kategori yang diminati. Jika tujuan panjenengan nge-blog untuk mencari penghasilan, nanti panjenengan akan memiliki lebih dari satu mesin uang.

Beli hosting, sekarang.

Jika saat ini panjenengan masih terjebak memilih niche yang cocok, saran saya segeralah buat web pribadi dengan nama yang lebih umum yang tidak terkait dengan niche apapun. Misalnya, namapanjenengan.com. Kalau bisa langsung buat web berbayar. Jangan yang gratisan. Percuma, karena nantinya kita akan direpotkan dengan proses migrasi dari web lama (gratis) ke web baru (berbayar).

Selain itu, dengan mengeluarkan uang (modal) untuk beli hosting, mendorong untuk terus berkarya lewat blog kita. Ndak ada alasan untuk males nulis. Ndak ada alasan untuk ndak rajin menambah ilmu terkait bloging, mengikuti seminar, dan bergabung dengan komunitas-komunitas bloger demi meningkatkan kualitas karya kita.

Jadi, segeralah menulis, dulur. Apapun!

(Kalau sudah punya web, beritahu saya di kolom komentar, yah. Apa alamatnya, InsyaAllah pasti saya mampir.)

 

-Mas Awang-

4 thoughts on “Tinggalkan Niche

  1. klo diibaratkan makanan gado2 ya.. tamu bs liat setiap ruang.. tips yg sering diintip dapur..

    1. Hhehehe.. Menurutq juga begitu mbak.

  2. Saya lebih suka memanggil sebagai lifestyle blogger. Sebab blog saya gado-gado sih.

    1. Hore. Duwe boloo. Hahaha..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *