Posted on

Blitar Kota Cinta, dan 3 Destinasi Wajib di Dalamnya

September kemarin tepat 5 tahun usia pernikahan saya. Teman sejawat yang tahu kami menikah, katanya pernikahan kami lucu. Mungkin maksudnya menarik.

2010, setahun sebelum pernikahan, kami ketemu lagi di Malang. Saya lagi patah hati, putus sama mantan, gagal move on. Males ngapa-ngapain, diem aja di kontrakan ngejempolin Facebook. Pas lihat Friend Request, ada yang epic, “Widih! Ini bener Indah itu?”.

Iya. Jauh sebelumnya kita memang uda pernah ketemu. Tepatnya 21 tahun lalu. Doi yang ngikut almarhum bapaknya tugas ke Banyuwangi, pindah-masuk sebagai siswi baru di sekolahnya mas ganteng.*ehem*. Kita sempet temanan kira-kira 4 tahunan aja, karena doi pindah kota lagi. Setelah itu lost kontak banget. Dulu justru teman-teman yang nyomblangin kita. Tapi sumpah, waktu itu kakak ndak mau. Kakak ndak cinta, Gaiss!

Seperti karma.

15 tahun kemudian, malah kita orang yang niat banget. Tiap jumat sore selesai tutup kantor, bukannya pulang, malah ngebut ke terminal. Perjalanan Surabaya-Malang sih aman. Yang bikin malu, sok romantis bawa coklat ternyata orangnya gak doyan.

Asem opo, kuwi?!

Meski udah 5 tahun nikah sama gadis Blitar, wawasan saya tentang kota ini masih minim banget. Kota yang menyimpan sejarah seorang tokoh besar Indonesia ini, tetap banyak jadi tujuan favorit peziarah dan para pecinta sejarah. Keadaan tidak berubah meski baru saja ramai diperbincangkan bahwa Bung Karno ternyata tidak lahir di Blitar. Melainkan di Surabaya, salah satu rumah di sekitar jalan Pandean. Faktanya diungkap oleh pihak yang mengaku berhasil menelusuri dan mengumpulkan bukti kuat sejarah kehidupan Presiden RI Pertama tersebut.

Pertama kali berkunjung, Blitar terlihat sama seperti kota-kota kecil lainnya. Yang beda itu, rasanya. Terasa kayak ada kangen dan sedikit gatal di bagian tertentu. Bukaan. Gatalnya di dada!

2011 saya menikah (dengan perempuan yang ternyata temen kecil saya dong. Yang lama terpisah dan ketemu lagi setelah bertahun-tahun). Ia lalu saya boyong tinggal di Surabaya. Bener-bener ngerasain enaknya hidup berdua pengantin baru. Yang ada itu kehangatan dan kebahagiaan, meskipun bentar, ndak lebih setahun. Pas istri hamil 8 bulan, saya antarkan doi pulang ke Blitar. Menurutnya, sebagai ibu baru yang belum punya pengalaman merawat bayi, alangkah baiknya jika berada di dekat orang tua yang sudah lebih mahir. Tentu saya setuju.

Hingga saat ini, saya belum pernah menetap lama di Blitar. Paling hanya saat weekend. Dan 3 destinasi ini, tempat wisata di Blitar yang pernah saya kunjungi :

1. Kampung Coklat (dapatkan petunjuk arah)
kampung-coklat

Tempat yang dulunya kebun sekaligus gudang cokelat ini, disulap jadi tempat wisata baru. Ramai dikunjungi wisatawan dari dalam dan luar Blitar. Tempat wisata berbasis edukasi, cocok untuk anak-anak liburan sambil menambah wawasan. Mengenalkan sisi lain cokelat yang selama ini mereka gemari.  Ternyata berasal dari buah yang bentuk dan rasanya jauh dari rasa coklat. Buah yang manfaat terbesarnya berada justru di bijinya.

Saya sarankan, tempat ini dijadikan tujuan kedua setelah selesai sarapan. Bicara sarapan saya hampir lupa, bumbu pecel di Blitar sangat enak. Ada banyak warung pecel terkenal, ndak susah carinya. Jangan khawatir diwarung manapun Panjenengan mampir pasti cocok dengan rasanya.

Setelah puas bermain dan belajar di Kampung Coklat, Panjenengan bisa melanjutkan perjalanan ke :

2. Pantai Tambakrejo (dapatkan petunjuk arah)

tambak

Di pantai ini, perahu-perahu nelayan juga digunakan untuk mengangkut pengunjung yang ingin merasakan sensasi berada di atas gelombang ombak. Hanya perlu membayar Rp. 10.000 saja. Jangan khawatir, sebelum naik, Panjenengan diharuskan menggunakan jaket pelampung, demi keamanan.

images

Di atas bibir pantai, kios-kios kecil berjajar menjajakan kekayaan dan kerajinan hasil laut. Yang paling menarik perhatian, para penjual ikan panggangan (ikan segar yang dibakar dengan cara diasapi). Ini menu santap siang yang siap menaikkan lagi semangat Panjenengan untuk melanjutkan ke rute wisata selanjutnya. Panjenengan bisa bawa pulang, atau dinikmati di sini. Ada nasi, lalapan, dan sambel kecap jeruk nipis yang merupakan jodoh terbaik menu sehat juga bergizi tinggi ini.

Puas berpanasan di pantai, kita susuri lagi lintas awal menuju pantai. Jalan berliku-liku yang diapit pemukiman warga dan pemandangan pantai, kita berjalan terus ke alamat selanjutnya, yaitu :

3. Museum dan Rumah Pak Karno

karno

Saya yakin Panjenengan ndak percaya tahayul. Tapi foto Pak Karno ini benar-benar berdenyut tepat di bagian dadanya. Buktikan. Setelah itu Panjenengan tebak, kira-kira teori apa yang membuat gambar tersebut berdenyut. Gambar ini hanya ada satu-satunya di Museum Pak Karno bersama puluhan foto-foto dokumentasi sejarah lainnya yang wajib dilihat satu-persatu. Museum yang berada satu kompleks dengan makam yang selalu ramai dikunjungi peziarah ini, berada ndak jauh dari Istana Gebang, rumah pak Karno sejak jaman beliau muda, hingga menjabat jadi Presiden Indonesia Pertama.

pak-karno-rumah

Ada pengalaman historikal disuguhkan di rumah ini. Dari ujung paling depan, kemudian berjalan ke tiap-tiap kamar hingga bagian paling belakang rumah tersebut, semua tersusun sangat rapih dan terawat. Tiap objek yang kita lihat seakan mengajak kita meluncur ke masa lampau, melihat apa saja yang pernah ada dan terjadi kala itu di rumah ini. Bayangan-bayangan itu seperti pernah di instal sebelumnya di otak kita, dan kini diputar kembali. Benar-benar peninggalan yang tidak boleh ditinggalkan.

untitled

Dulur,

Sebelum kembali ke kota masing-masing, saya sarankan mampir ke toko kecil yang ndak jauh dari situ. Toko O-o’Dabli (Oleh-oleh Dari Blitar). Beragam jajanan khas kota Blitar, termasuk salah satunya bumbu pecel, dan favorit saya, wajik kletik aneka rasa, tersedia seluruhnya di toko ini. Wajik kletik rasa nanas pas banget mewakili Blitar sebagai salah satu kota penghasil nanas terbesar di Indonesia, dengan kualitas terbaik.

images-2

Ati-ati diperjalanan pulang, dulur..

Keselamatan diri dan keluarga adalah yang nomer #1. Kesabaran di jalan, serta mematuhi aturan lalu lintas juga kewajiban. Salam buat seluruh keluarga yang menanti di rumah. Semoga selalu ada kesempatan kita ketemu lagi..

Panjenengan dapat salam dari istri dan anak-anak saya..

(Sampai saat ini, saya masih suka mikir. Kalau tahu ujungnya akan kawin sama “bagian” masa kecil saya, lalu untuk apa semua yang ada di barisan para mantan itu yak?)

 

Catatan : Seluruh gambar diambil dari Google.

 

8 thoughts on “Blitar Kota Cinta, dan 3 Destinasi Wajib di Dalamnya

  1. Aku pengin ke kampung coklat. Semoga nanti bisa ke blitar

    1. Ayoh mampir bu Tikha…

  2. Aku langsung ke traveloka nyari2 hotel utk liburan ke blitar!

    1. Sipp.. Kabar2in deh kalo jd ke blitar mbak. Tak ajak makan pecel di tempat favorit keluarga.

  3. Waahh..kereenn..
    Saya uda 6 tahun stay di blitar belum pernah ke semua tempat wisata itu.. Yang sering cuma ke O-ODabli, tempat oleh-olehnya aja, hahhahaa..

    1. Haaaaaaahh??? Ternyata ada yg lebih parah dr aku ya. Hahahaha

  4. keren.. bs jd referensi..

    1. Kalo keblitar mampir mbak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *