Posted on

Suami Sebagaimana Doa Istri. 5 Hal ini Kunci Utamanya.

 

Setiap biduk yang berlayar pasti pernah berjumpa ombak. Begitupun biduk rumah tangga. Tawa-tangis di sela hari-hari, ekonomi pasang-surut, membiasakan diri beradaptasi di tengah mertua dan keluarga, meleburkan budaya dengan upaya. Semua membawa ombaknya masing-masing.

Perubahan iklim percintaan. Suasana teduh, sejuk, penuh impian, hasrat, dan harapan sebelum pernikahan seperti memudar tergiling penat. Lelaki yang dulunya romantis, penuh kasih, perhatian dan penuh perjuangan, setelah menikah hilang entah kemana. Riak-riak muncul di atas genangan tahun-tahun awal pernikahan. Dunia luar rumah menjadi lebih punya daya tarik, karena rumah tak lagi menarik. Ini seolah mengesahkan lantunan pepatah “lebih mudah meraih, daripada mempertahankan”.

Pada titik ini, dibutuhkan peran kuat seorang istri guna meluruskan kembali arah kapal, agar tak semakin jauh terdorong ombak, tak jelas kemana arahnya. Suami, bisa jadi sebagaimana harapan dan doa istri, selama istri tetap memegang 5 kunci utama ini.

1. Muliakan Suami

Sering kali suami bersikap menjengkelkan. Acuh. Lebih suka di luar ketimbang berkumpul dengan keluarga di rumah. Ekspresi kasih yang cenderung dingin dan seadanya, menorehkan nelangsa di hati. Namun begitu, tetap muliakanlah suami Panjenengan.

Sambut hangat setiap kali pulang kerumah. Tak peduli dari mana. Buatkan minuman, suguhkan sebelum diminta. Siapkan handuk untuknya mandi. Jangan lupa, tawarkan air hangat, mau atau pun tidak. Muliakan suamimu. Siapa tau ini penghilang penatnya.

2. Tutupi Aibnya

Kelemahan wanita biasanya ketika ia mendapati sebuah kondisi yang tidak sesuai dengan apa yang mestinya didapatkan, sering kali mencari pelampiasan kekesalan. Salah satunya dengan bercerita ke orang lain. Curhat ke kerabat. Jika kondisi tersebut mengenai suaminya, maka ini adalah hal yang mestinya ditutup rapat-rapat. Bukankah setiap pasangan itu merupakan pakaian untuk pasangannya.

Kebiasaan buruk ini, kadang dilakukan tanpa berpikir panjang akan dampak yang mengikuti. Ini jelas menjatuhkan harga diri suami, parahnya lagi hal itu terjadi tanpa disadari sedikitpun oleh suami.

Yang paling prinsip harus terus diingat adalah, tiada tempat mengeluhkan masalah yang lebih baik, selain kepada poin ke-3

3. Hanya Allah Saja Yang Tahu

Betul sekali. Hanya Allah tempat curhat yang paling benar. Karena paling ngerti solusi terbaiknya apa. Aib suami, aib keluarga nggak bocor kemana-mana. Harga diri suami terjaga, derajat keluarga aman.

Pastikan apapun keluhan Panjenengan dibawa selalu dalam doa. Setiap saat. Tidak ada doa hamba yang tidak dikabulkan oleh Tuhannya, kan? Semua dikabulkan. Kapan waktunya ? nanti di poin ke-5

4. Sampaikan dengan Lembut

Komunikasi yang baik antara suami-istri adalah pondasi utama dalam membangun rumah tangga yang sehat. Jadi, tenangkan diri, ikhlaskan, dan serahkan semua hanya pada Allah. Saat kita bicara, nafsu dan emosi taruh di laci dapur.

Sampai kapanpun, suami tidak akan tahu apa keinginan dan harapan Panjenengan, jika tak pernah disampaikan. Maka, ambil kesempatan di waktu yang baik. Awali dengan cerita yang menyenangkan, bawa suasana jadi lebih hangat dan santai. Saat suami siap menerima keluhan dan komplain, sampaikan dengan lembut apa harapan Panjenengan.

Apakah ingin suami lebih sering di rumah? Apa ingin suami berhenti merokok? Apa ingin suami lebih perhatian terhadap keluarga? Atau ingin suami kembali rapihkan sholat yang belakangan mesti terbengkalai? dan lain sebagainya.

Sampaikan. Kemudian yang terpenting,

istri

5. Sabar

Sabarlah. Tugas kita hanya berusaha. Tuhan penentu segalanya. Tuhan yang akan menjawab doa Panjenengan dengan caranya sendiri. Cara terbaik. Dia Maha Kuasa membolak-balik hati hambanya. Tidak ada yang sulit bagi-Nya. Akan tiba waktunya. Bersabarlah.

Sekian ya, Jeng..

Selamat beraktivitas kembali. Semoga rukun terus dengan pasangan sampai maut memisahkan, dan berkumpul lagi esok di tempat Terindah. aamiin..

-Mas Awang-

catatan : gambar diambil dari sini

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *