Posted on

“Hoby Panjenengan Apa?”

Panjenengan ingat, kapan terakhir kali ditanya “hobinya apa”?

Kalau saya, sudah lupa. Parahnya lagi, saya lupa, hobi saya ini apa?! Apa hobi saya? Paling males saya jawabnya. Mau lisan, mau tulisan, sama.

Saya senang travelling, pergi ke destinasi tertentu yang populer. Orang banyak ke situ. Sering diupload di Facebook. Foto-fotonya banyak di instagram. Apakah ini hobi saya?

Rasanya bukan. Lha wong saya berangkat cuman pas ada yang ngajakin aja. Meskipun, di beberapa kesempatan, saya pernah tetap tulis Travelling di kolom “Hobi”. Bukan niat bohong, daripada kelihatannya “urip ra duwe hobi ki piye?” (baca=hidup kok ndak punya hobi ini gimana?)

Ada juga yang tiba-tiba nebak. “Bapak, subur yah. pasti hobinya kuliner.”, katanya. “Yaah, kuliner deket-deket aja, pak. Hobi saya itu kuliner dibayarin.”, yah dia ketawa. Dasar cengengesan! Ini juga bukan saya niat bohongin orang yah, daripada saya jawab travelling, terus jadi panjang nanya kemana-mana. Udahlah, saya tuh, paling suka orang nanya “Nomer rekening berapa, pak?”, hahahahaha.

Orang bermacam-macam mendefinisikan Hobi. Tapi umumnya, hobi dipahami sebagai sebuah kegiatan yang sangat intens dilakukan karena kegemarannya terhadap kegiatan tersebut. Tujuannya ialah kepuasan. Jika ini yang dijadikan dasar, maka hobi saya itu, makan! Bukan bukan. Maksudnya, masak. Note: belum ada yang mensyaratkan harus mencapai tingkat keahlian tertentu agar bisa dikatakan ia hobi terhadap hal tersebut. Bukan ngeles! saya memang bilang hobi saya masak, tapi ndak bilang masakan saya selalu enak. Ini supaya jenengan ndak terlalu berharap lebih. Saya mah apa, atuh?

Ini buah hobi saya yang pertama kali dipublikasikan, Beef Blackpepper with Pineapple. Silahkan dicoba.

Belum banyak resep yang saya tulis, karena keterbatasan kesempatan dan materi, tapi boleh kok, tetap mampir ke dapur saya yang sederhana untuk liat beberapa resep yang sudah sempat didipublish.

Masak itu menyenangkan. Seru. Kita wajib mengenal dan memperlajari karakter masing-masing bahan untuk bisa menghasilkan rasa serta tekstur masakan sesuai harapan kita. Persis seperti saat kita memimpin sebuah tim, baik itu di sekolah, organisasi, hingga di sebuah perusahaan, bahkan di dalam keluarga kita sendiri. Semakin kita ngerti bagaimana harus memperlakukan setiap bahan tersebut, kemungkinan berhasil membuat masakan enak, jadi lebih besar. Ngelihat orang lain menikmati masakan kita, di situlah kebahagiaan.

Apapun hobi jenengan, akan menjadi kebahagiaan ketika orang lain ikut merasakan manfaat dari hal tersebut. Iya, toh?

Dulu sekali, saya pernah berpikir, kenapa saya ndak punya hobi seperti kebanyakan orang. Berolahraga, bermusik, memancing, pergi menjelajahi berbagai tempat wisata, manjat gunung, dan lain-lain. Ternyata baru saya sadari jawaban itu, sekarang. Iya, sekarang. Karena memang hobi saya masak ini baru muncul beberapa tahun setelah saya pergi merantau. Tinggal di rumah kos, beralih ke rumah kontrakan, dimana akhirnya saya punya dapur sendiri, sehingga ndak harus beli di warung tiap mau makan. Masak sendiri aja.

Awalnya hanya menu umum para perantau. Seputar olahan telur, nasi dan mie goreng. Lama-lama bosen juga. Mulai lah nanya-nanya resep dan cara masak ke Mama. Iya, Mama adalah guru dasar saya bisa masak. Dari dulu masih sekolah, emang udah suka bantu-bantu di dapur. Saya pasti coba masak kalau resepnya sederhana, baik bahannya dan alat memasaknya. Bukan berarti saya suka masak, lalu alat masak saya banyak. Saya cuma punya satu wajan anti lengket, yang bukan berbahan teflon tapi dari batu (apa yah namanya?).

Wajan ini sudah 5 tahun saya punya. Saya beli dari Sales keliling, dibayar nyicil 6 bulan. Saya belum pernah masak pake wajan atau panci lain, kecuali memang dibutuhkan panci lebih dari satu di waktu bersamaan. Ini wajan sakti, saya bisa masak apa aja, cukup pake wajan ini. Mau goreng, rebus, kukus, sampai panggang, bisa. Cuma menu bakaran aja yang ora iso!

Resep pertama yang saya masak sendiri adalah Ayam Bakar Bumbu Merah Tanpa Dibakar. Lhah? Penasaran, kan. Wes, toh,  makanya di-subscribe, nanti resepnya akan otomatis masuk ke email jenengan begitu sudah saya publish.

Ini sekilas aja tentang hobi saya, udah kepanjangan.

Panjenengan, hobi masak juga?

Mas Awang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *