Posted on

Ada Keluhan Asma, Pernah Caesar, tapi Pengin Lahiran Normal. Bisa. Suami, Kerjakan 4 Hal ini, plus Jangan Dampingi Istri saat Melahirkan !

Sebagian besar ibu hamil, pasti berkeinginan melahirkan secara spontan atau normal. Ada lebih sedikit yang sengaja memilih caesar. Tujuannya beragam, misal karena tanggal cantik, momen tertentu, dsb. Jadi, pilihan masing-masing.

Bagi yang memilih caesar, seyogyanya telah mempersiapkan cukup dana untuk biaya persalinan. Berani menerima tantangan tidur meringkuk mencium lutut, agar anastesi bisa dikerjakan. Dibandingkan ibu yang melahirkan secara spontan, caesar membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh seutuhnya. Dan, untuk boleh hamil lagi harus manut sama waktu yang disarankan dokter, serta konsekuensi lainnya jika ada.

Bagi yang tidak/belum mau caesar, baca ini, lalu bagikan ke suami.

1. Ajak ke Dokter Pro Normal

Pro normal?? Hmm, Saya yakin setiap Dokter diberi tugas dan tanggung jawab sama, mengusahakan keselamatan pasien. Mengenai caranya, pasti ada sebab sehingga mengharuskan dokter melakukan tindakan berbeda terhadap masing-masing pasien. Namun, tak dapat dipungkiri, istilah tersebut memang ada dan berkembang luas di masyarakat. Lalu bagaimana??

Menurut saya sederhana saja. Berdasar pengalaman pribadi dan beberapa teman, bukan masalah jika kita konsultasi kepada beberapa dokter berbeda, sampai bertemu dengan satu yang “sreg”. Dokter kandungan atau bidan akan jadi penasihat pribadi kita selama perjalanan menyambut hari kelahiran sang buah hati. Jadi, sah-sah saja jika sedikit selektif dalam memilihnya.

2. Makan Masakan Rumah

Saya tidak mengatakan makanan di luar rumah, seperti di Kaki Lima, restorant, mall, dan lain sebagainya itu buruk untuk ibu hamil. Hanya saja, mengetahui bahan yang digunakan adalah terbaik, aman dari MSG, formalin, borak, misalnya, dan diolah secara higienis, mesti jadi prioritas.

Tapi sesekali?? Boleh, laaaah… sambil jalan-jalan, sekaligus mencari ragam menu berbeda, supaya gak bosen. Hehehe..

3. Istrimu Lebih Cantik, Lebih Hebat, Lebih Kuat !

Beredar anggapan kuat di masyarakat, bahwa ibu hamil dengan riwayat keluhan asma, ibu hamil yang persalinan sebelumnya secara caesar, dipercaya tidak akan bisa bersalin spontan. Yang sering terjadi memanglah seperti yang dianggapkan, namun, tidak sedikit juga ibu hamil yang tetap percaya dirinya bisa, serta terus berusaha mempersiapkan persalinan spontan. Nyatanya, mereka berhasil!

Peran suami paling dibutuhkan untuk selalu memberi sugesti positif kepada istri tercinta. Tanamkan di hatinya, bahwa ia berbeda dengan orang kebanyakan. Ia lebih Kuat! Ia lebih hebat! Ia pasti bisa, selama terus berusaha dengan penuh kesungguhan dan keihklasan.

4. Berjalan dan Bernafas Bersama

Tidak hanya kata-kata, tunjukkan secara kongkrit. Temani istri jalan-jalan pagi di sekitar area rumah. Tidak perlu jauh, yang penting rutin, setiap pagi di 2-3 bulan akhir kehamilan. Usahakan tetap beraktivitas seperti biasa, kecuali memang di sarankan berbeda oleh dokter. Jika istri memiliki keluhan asma, carilah informasi therapy ringan yang dapat meringankan keluhannya, serta menumbuhkan kepercayaan diri saat nanti di persalinan. Bahkan, jangan ragu menemani istri melakukan theraphy, lakukan bersama-sama layaknya Anda juga memiliki keluhan yang sama.

5. Jangan Dampingi Istri saat Melahirkan

Tidak perlu terkejut membacanya. Saya hanya ingin mengingatkan kepada seluruh suami, termasuk juga ibu hamil yang mengidamkan persalinan spontan. Bahwa, seluruh tips diatas, atau jika anda menemukan tips lain yang lebih baik sekalipun, tidak akan memberi jaminan keberhasilan. Semua hanya ikhtiar kita sebagai manusia, Allah penentu hasil. Sambungkan terus doa terbaik untuk Istri dan proses persalinannya nanti. Berdoalah agar Allah senantiasa memberi kekuatan, kemudahan, kelancaran, dengan RahmatNya.

Alhamdulillah, saya dikaruniai dua orang anak. Anak laki-laki di lahirkan secara caesar, sedang empat tahun kemudian lahir anak perempuan saya secara spontan. Istri menceritakan dengan penuh semangat perasaannya yang luar biasa setelah berhasil melahirkan spontan. Sejak dimulai kontraksi, kemudian ia mulai mempraktekkan ilmu-ilmu yang telah dipelajari selama kehamilan, HypnoTherapy, lalu menenangkan diri, fokus, dan akhirnya lahir sang buah hati, dengan hanya dua kali mengejan.

Spontan setelah ia berhenti bicara, seketika itu saya tutup ceritanya dengan “Itu semua gak jamin apa-apa. kalo semalem aku tidur, mungkin kamu operasi lagi.” Saya tidak mau, istri saya lupa, Allah lah yang mengijinkan segala sesuatu terjadi atau tidak.

Saat istri bersalin kira-kira jam 1.30 dini hari, saya memang sedang berada di luar kota, menemaninya dari kejauhan, memanjangkan sujud tahajud saya, memohon kemudahan, kekuatan, serta rahmat-Nya. “Tahajud-ku, yang bantuin kamu lahiran.”, seketika ia berlinang air mata syukur, dan memeluk saya. Cieee…

Pengalaman temen-temen pasti gak kalah menarik. Boleh loh, dibagi di sini..

0 thoughts on “Ada Keluhan Asma, Pernah Caesar, tapi Pengin Lahiran Normal. Bisa. Suami, Kerjakan 4 Hal ini, plus Jangan Dampingi Istri saat Melahirkan !

  1. Wah. Lengkap dan komplit. Tentunya saat melahirkan suami juga membutuhkan dukungan istri.

    Mas, saran aja tanda tanyanya satu aja deh kalau nulis.

    1. Hehehe.. siap mbak Tikha.. tanda tanya nya kelebayan..

  2. Ecieee mas Aeang iki iso romanpetz (baca: romantolis) juga yaa…

    Informatif, sangat bermanfaat.

    1. Bagian mana ni yg romantolis mbake.. ??

      1. Suh salah nulis aquh… bagian semuanya… perhatian suami ke istri itu adalah romantolis, eh romantis…

      2. Hehehe… simbiosis mutualisme mbak..

  3. Subhanallah.. manusia berusaha Allah yang menentukan….

    1. Iya betul mbak.. ayo segera bikin lagii..

  4. Wah keren Indah.. Hbs caesar bs lahiran normal yaa.. Bnr kekuatan doa itu mmg dahsyat yoo..

    1. Akan dilakukan ujicoba lagi untuk lahiran selanjutnya, selanjutnya, dan selanjutnya lagi..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *